Semarak Sumpah Pemuda di SMPK St. Pius X Lewoleba: Dari Estafet Kepemimpinan OSIS hingga Pesan Kebangsaan yang Menggugah
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMPK St. Pius X Lewoleba pada 28 Oktober 2026 berlangsung penuh warna dan makna . Tidak sekadar seremonial, perayaan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk meresapi semangat kebangsaan sekaligus menyaksikan lahirnya pemimpin baru di lingkungan sekolah .
Rangkaian acara dibuka dengan upacara bendera yang berlangsung sangat khidmat. Suasana di lapangan semakin bergelora dan menggugah semangat nasionalisme manakala Drumb Band Sanpio membawakan instrumen medley lagu "Sorak Sorai" dan "Bangun Pemuda Pemudi". Iringan musik yang menghentak ini menyempurnakan penampilan epik nan gagah dari pasukan pengibar bendera yang membentuk formasi pramuka . Momen istimewa berlanjut di tengah upacara ketika sekolah secara resmi melantik pengurus OSIS Masa Bakti 2026-2027 .


Momen pelantikan ini sekaligus menjadi panggung penghormatan dan purnatugas bagi kepengurusan OSIS demisioner yang dinahkodai oleh Axel Van Rafael sebagai Ketua dan Maria Justina Ose Botoor selaku Wakil Ketua. Dedikasi dan kerja keras Axel dan Maria selama masa jabatannya mendapat apresiasi yang mendalam dari seluruh warga sekolah. Keduanya dinilai telah menorehkan jejak kepemimpinan yang solid dan mewariskan budaya organisasi yang positif. Jejak rekam yang baik dari kepengurusan Axel dan Maria ini kini menjadi fondasi kokoh bagi para penerusnya untuk terus melangkah dan berinovasi.



Tampuk estafet kepemimpinan siswa tersebut kini resmi dipegang oleh Gema Galgani Lamatapo beserta wakilnya, Yohanesta Ero Purab . Pasangan dari kelas tujuh ini berhasil meraup 280 suara, mengungguli dua kandidat lainnya pada pemilihan yang digelar beberapa hari sebelumnya . Mereka sukses mendepak pasangan Lasarus Lesu Dosinaen dan Adolfina Skolastika Moses yang meraih 120 suara, serta pasangan Maria Lourdes Lamak dan Joanne Baptista Korebima dengan 98 suara . Lewat adu program yang sengit, Gema dan Yohanesta memikat hati para pemilih melalui visi mereka untuk menjadikan OSIS sebagai wadah yang menyatukan siswa menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, kreatif, dan berbelarasa .
Mempertegas esensi peringatan ini, Kepala SMPK St. Pius X Lewoleba menyampaikan amanat yang menggugah kesadaran. Mengangkat tema nasional "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia," beliau menjabarkan tiga fondasi karakter utama yang wajib dimiliki generasi muda . Sikap patriotik, menurut beliau, tidak boleh sebatas retorika, tetapi harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari seperti mencintai karya lokal, menjaga kebersihan fasilitas umum sekolah, dan saling menghormati perbedaan tanpa adanya tindakan perundungan . Nilai kegigihan diterjemahkan sebagai sikap ulet, pantang menyerah, dan tetap fokus pada tujuan di tengah tantangan belajar . Sementara itu, empati diwujudkan melalui kepedulian tulus terhadap kesulitan sesama, yang salah satunya telah dipraktikkan sekolah melalui gerakan solidaritas rutin setiap hari Jumat .

Di balik pesan yang menginspirasi, kepala sekolah juga menyelipkan teguran halus nan tegas terkait fenomena keengganan memilih atau golput dalam pemilihan ketua OSIS, khususnya yang terjadi di kalangan siswa senior kelas delapan . Beliau memuji keberanian jiwa kepemimpinan siswa kelas tujuh yang mendominasi pencalonan, sekaligus mengingatkan bahwa sikap acuh tak acuh, masa bodoh, dan golput adalah cikal bakal dari generasi yang korup dan tidak peduli pada pembangunan masa depan .

Usai upacara yang menggugah kedisiplinan, atmosfer sekolah berubah menjadi panggung unjuk bakat dan kreativitas . Peringatan semakin semarak dengan digelarnya kompetisi seni antarkelas . Para siswa bersaing menampilkan suara emas mereka dalam lomba paduan suara yang mewajibkan lagu "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" dan Mars SMPK St. Pius X Lewoleba . Tak ketinggalan, pesona kekayaan budaya Nusantara turut mewarnai sekolah lewat lomba fashion show yang memamerkan keindahan busana khas Nusa Tenggara Timur . Penampilan para siswa yang mengenakan pakaian adat ini sekaligus menjadi wujud nyata dari pesan patriotik untuk mencintai budaya bangsa .



Ketegangan para peserta akhirnya berbuah manis pada pengumuman pemenang yang dilangsungkan sehari setelahnya, yakni pada 29 Oktober 2026 . Berdasarkan penilaian cermat dari dewan juri, gelar juara pertama untuk lomba paduan suara dari masing-masing tingkatan berhasil direbut oleh kelas VII-A, VIII-C, dan IX-E . Sementara itu, kelas VII-B, VIII-E, dan IX-C sukses memukau perhatian juri dan keluar sebagai pemuncak pada ajang peragaan busana . Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak sekadar menjadi pesta tahunan, melainkan ruang belajar hidup yang membentuk karakter patriotik, gigih, dan penuh empati bagi para penerus bangsa di Lewoleba .
SMP KATHOLIK ST. PIUS X LEWOLEBA