Dominasi Intelektual dan Daya Juang Tanpa Batas: Jejak Prestasi SMPK St. Pius X Lewoleba di Panggung SMATER CUP 2026
LEWOLEBA – Gelaran bergengsi Smater Cup 2026 yang diselenggarakan oleh SMAS Frater Don Bosco Lewoleba kembali menjadi saksi ketangguhan pelajar-pelajar terbaik di Kabupaten Lembata dan Flores Timur. Dalam kompetisi tahunan ini, SMPK St. Pius X Lewoleba (Sanpio) tidak hanya hadir sebagai partisipan, melainkan sebagai kekuatan dominan yang membawa pulang mahkota Juara Umum Olimpiade Sains serta menyuguhkan drama perjuangan tak terlupakan di lapangan futsal.
Drama dan Keringat di Lapangan Futsal: Sebuah Refleksi Ketangguhan
Di bawah manajer Sr. Yusticia, CB, Sanpio menurunkan dua skuad terbaiknya, Tim A dan Tim B, untuk menjajal ketatnya persaingan futsal tingkat regional. Perjalanan kedua tim ini bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan kronologi tentang nyali dan mentalitas bertanding.
Perjuangan dimulai oleh Tim B yang diarsiteki oleh Pelatih Rino Tukan. Momen paling krusial bagi Tim B terjadi saat laga penentuan fase grup melawan SMPN Satap Pasir Putih Mingar. Dalam pertandingan "hidup mati" tersebut, para pemain menunjukkan determinasi luar biasa untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya. Meski langkah mereka akhirnya terhenti di babak 16 besar setelah harus mengakui keunggulan SMPN 1 Nubatukan B , daya juang yang ditunjukkan Petrus Geral Dino Daton dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa mental petarung telah tumbuh dalam diri mereka.
Kisah lebih dramatis dialami oleh Tim A. Diasuh oleh pelatih berjuluk "Bocha Manuk", Tim A melaju meyakinkan hingga menembus babak 8 besar (Perempat Final). Laga penentuan melawan SMPN Iltim menjadi klimaks yang menguras emosi. Bermain imbang di waktu normal dengan intensitas tinggi, nasib tim ditentukan lewat adu penalti. Dewi fortuna belum berpihak, Sanpio Tim A harus gugur secara terhormat dengan skor tipis 5-3.
Gugurnya kedua tim ini bukanlah akhir, melainkan jeda untuk menyusun kekuatan baru. Keringat yang tumpah di lapangan Smater Cup adalah investasi pengalaman. Kekalahan di fase knock-out ini menjadi bahan bakar yang membakar semangat untuk laga-laga mendatang, menegaskan bahwa anak-anak Sanpio siap bangkit lebih kuat.
Efisiensi Waktu dan Ledakan Prestasi: Bukti Habitus Akademis
Jika di lapangan futsal Sanpio belajar tentang ketangguhan, maka di ruang akademik Sanpio membuktikan keunggulan fundamentalnya. Tim Olimpiade Sains Sanpio mencatatkan sejarah manis dengan menyabet gelar Juara Umum, sebuah prestasi yang kembali diraih untuk pertama kalinya sejak olimpiade ini digelar pada 2022.
Yang membuat pencapaian ini istimewa adalah efisiensi persiapan yang "hanya" berlangsung selama 2,5 minggu. Waktu bimbingan yang tergolong singkat ini secara logika sulit untuk mengejar materi olimpiade yang padat. Namun, Sanpio mematahkan logika tersebut.
Hasil maksimal ini membuktikan bahwa potensi akademik siswa Sanpio tidak dibentuk secara instan, melainkan buah dari habitus akademis yang bermakna dan berkelanjutan di sekolah. Dasar-dasar konsep sains dan logika yang kuat telah tertanam dalam kegiatan belajar harian, sehingga bimbingan intensif singkat hanya berfungsi untuk memoles dan "melejitkan" potensi yang memang sudah matang.
Prestasi gemilang ditorehkan oleh:
-
Tim IPA (Tim B): Meraih predikat The Best Tim dengan menyumbang 3 Medali Emas. Bintang dalam tim ini, Antonia Lovelyta Wuwur, menyapu bersih gelar dengan meraih 2 Emas sekaligus sebagai The Best Mata Pelajaran dan The Best Tim , mencatatkan nilai tertinggi 44. Rekannya, Maria Vianey dan Maria Aprilia juga menyumbangkan masing-masing satu emas.
-
Tim Matematika (Tim A): Kenzo Geovani Beis sukses meraih Medali Perunggu Best Mata Pelajaran.
-
Tim IPS (Tim C): Menunjukkan konsistensi dengan lolos dari babak penyisihan hingga ke babak final.
Komitmen Mendominasi Kompetisi Regional
Kehadiran Sanpio dalam ajang paling bergengsi tingkat SMP se-Kabupaten Lembata dan Flores Timur ini tidak main-main. Mengirimkan 3 tim akademik (Matematika, IPA, IPS), ketiganya berhasil menembus babak final.
Akumulasi prestasi ini mengukuhkan posisi SMPK St. Pius X Lewoleba sebagai Juara Umum dengan total perolehan 4 Emas dan 1 Perunggu (Total Nilai Medali 13), mengungguli SMPN 2 Wulandoni dan SMPK Mater Inviolata.
Kemenangan ini adalah pesan tegas tentang komitmen Sanpio dalam menjaga mutu pendidikan. Di Sanpio, kecerdasan diasah melalui budaya literasi yang kuat, dan karakter ditempa melalui semangat olahraga yang pantang menyerah. Proficiat Sanpio!
SMP KATHOLIK ST. PIUS X LEWOLEBA